22 April 2013

Pengumuman program undian Kartu Garansi pembelian alat Accu-Chek 2013  more

12 November 2012
World Diabetes Day 
Manage life style to avoid Diabetes by using Accu-Chek Meter  more

Siaga 140, Siaga Gula Darah

Dengan membaca informasi dalam situs ini dan ikut menyampaikan informasi ke lingkungan anda, berarti anda telah menjadi bagian dari SIAGA 140.
Siaga 140 berarti siaga terhadap gula darah tinggi. Sindrom gula darah tinggi pada diri seseorang dikenal sebagai DIABETES.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan prevalensi penyandang diabetes yang tertinggi di dunia.
Laporan Depkes RI menunjukkan bahwa di tahun 2008, prevalensi penyandang diabetes di Indonesia mencapai 5,7%.
Sementara WHO mencatat bahwa pada tahun 2000, penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan 8,4 juta jiwa, dan diproyeksikan akan meningkat
menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030.

Diabetes dapat menyerang siapa saja, termasuk kita!
Gaya hidup modern yang menuntut orang berperilaku instan & serba cepat, termasuk dalam memilih makanan sejenis fast food dan malas berolahraga, ikut mempercepat bagi terjadinya sindrom diabetes pada seseorang.

Namun kita berhak untuk bebas dari diabetes. Caranya mudah dan simpel: kendalikan kadar gula darah agar tetap di batas normal!

Siaga 140 adalah sebuah gerakan yang diprakarsai oleh PT.Roche Indonesia untuk mengajak masyarakat Indonesia berpola hidup lebih sehat, jauh dari resiko diabetes.
Gerakan ini ditujukan untuk siapa saja, baik penyandang diabetes, keluarga dan orang-orang yang tertarik untuk membantu mengurangi prevalensi diabetes.

Tujuan Siaga 140

  • Memotivasi penyandang diabetes untuk melawan diabetes dengan cara menjaga kadar gula darah senormal mungkin. Diabetes mungkin tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan sehingga seorang diabetisi dapat hidup normal seperti kebanyakan orang sehat dan panjang umur dengan berkurangnya resiko komplikasi penyakit akibat diabetes.
  • Mendorong orang-orang sehat, namun mempunyai profil resiko yang tinggi terhadap diabetes untuk memulai dan terus menjaga gaya hidup sehat. Jaga makan dengan hanya memakan makanan yang bergizi seimbang, tinggi serat & rendah lemak. Lakukan olahraga dari sekarang & jaga pikiran dari stres yang tak perlu.

Siaga 140 berusaha mendorong setiap orang agar menjaga gula darahnya tetap dibawah level 140 mg/dL dalam kondisi sesudah makan atau sewaktu.
Berlaku baik untuk penyandang diabetes maupun orang yang normal-sehat.

Bagi penyandang diabetes, menjaga gula darah sesudah makan di bawah 140mg/dL akan meminimalkan resiko timbulnya penyakit jantung & pembuluh darah.1
Satu komplikasi akibat diabetes yang paling kerap muncul, dan paling ditakuti karena besarnya biaya pengobatan dan resiko kematian yang mengintai.

Hal yang sama juga berlaku bagi bukan penyandang, angka gula darah sesudah makan atau sewaktu, juga harus dijaga agar selalu dibawah level 140 mg/dL.
Sesuai dengan konsensus prediabetes di Indonesia2, jika gula darah Anda berada diatas 140 mg/dL dan mempunyai salah satu faktor resiko diabetes, konsultasikan hasilnya kepada dokter. Dokter akan menentukan langkah selanjutnya, untuk mengkonfirmasikan status kesehatan Anda.

Prediabetes sendiri juga bukan persoalan yang bisa dipandang sepele. Laporan kedokteran menunjukkan, 1/3 individu dengan prediabetes, pada perkembangan selanjutnya akan meningkat menjadi diabetes tipe 2.2 Namun berbeda dengan diabetes yang tidak dapat disembuhkan, individu penyandang prediabetes bisa kembali normal, jika berupaya mengelola gaya hidupnya sesehat mungkin dan mengikuti saran dokter.

Anda hanya bisa mengetahui kadar gula darah Anda dengan bantuan alat pengukur. Gula darah bisa diukur dengan mesin di laboratorium, atau dengan cara praktis, lakukan pengecekan dengan alat pengukur gula darah yang portable, misalnya Accu-Chek Active, yang praktis, bisa digunakan sendiri tanpa bantuan tenaga ahli, namun dijamin keakuratannya. Jika hasilnya menunjukkan gula darah Anda tinggi (diatas normal), segera datangi dokter. Hanya dokter yang berhak menetapkan diagnosa penyakit pasien.

Lebih dini hasilnya bisa diketahui, lebih baik!

Kriteria diagnostik diabetes (dalam satuan mg/dL)3

Kondisi pemeriksaan Normal Prediabetes Diabetes
puasa <100 100-125 >126
2 jam sesudah makan <140 140-199 >200

Apa saja faktor resiko diabetes dan prediabetes? 2

Faktor resiko terjadinya prediabetes dan diabetes adalah sama. Bisa diklasifikasikan menjadi
faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang penting adalah obesitas (kelebihan gemuk, terutama di perut) dan kurangnya aktivitas jasmani.

1. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi.

  • Faktor genetik
    Sampai sekarang, gen yang berhubungan dengan resiko terjadinya diabetes belum bisa diidentifikasi secara pasti. Gen diabetes memang menurun, tapi belum tentu keturunan langsung penyandang diabetes kemudian dipastikan juga diabetes. Semua tergantung dari gaya hidup yang dijalani individu tersebut.Usia
    Prevalensi diabetes meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Dalama dekade terakhir ini, usia terjadinya diabetes semakin muda saja, terutama di negara-negara yang warganya mengalami ketidakseimbangan antara asupan dan luaran energi, misalnya di negara berkembang
    seperti di negara kita.
  • Diabetes saat melahirkan (gestasional)
    Pada diabetes gestasional, toleransi terhadap gula darah biasanya akan kembali normal setelah melahirkan. Akan tetapi wanita tersebut memiliki resiko untuk menderita diabetes di kemudian hari.

2. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi

  • Obesitas
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas merupakan prediktor yang paling dominan untuk timbulnya diabetes.
    Jaga indeks masa tubuh tetap normal. Formula mencari BMI (Body Mass Index) = berat badan (kg) / tinggi badan dikuadratkan (kg2).

    Jika hasilnya :
    <18.5 = Underweight
    18.5-24.9 = Normal weight
    25-29.9 = Overweight
    BMI of 30 or greater = Obesity



    Aktivitas jasmani
    Rendahnya aktivitas jasmani merupakan salah satu prediktor kuat bagi terjadinya diabetes baik pada pria maupun wanita. Nutrisi
    Kalori total yang tinggi, diet rendah serat, beban glikemik yang tinggi dan tingginya asupan makanan berlemak jenuh, merupakan faktor resiko terjadinya diabetes. Tekanan darah dan/atau kadar lemak darah (kolesterol, LDL & trigliserida) melebihi batas normal.
  • Faktor resiko yang lain.
    Meskipun faktor genetik dan gaya hidup menjadi faktor resiko yang paling besar bagi terjadinya diabetes, beberapa faktor resiko yang mungkin masih bisa diubah adalah berat badan saat lahir rendah (<2,5 kg), paparan terhadap lingkungan diabetes saat di dalam rahim, dan beberapa komponen inflamasi.

1 Guideline for Management of Postmeal Glucose, International Diabetes Federation, 2007.
2 Panduan pengelolaan & pencegahan prediabetes, PB Persadia, 2009.
3 Konsensus Pengelolaan & Pencegahan Diabetes tipe 2 di Indonesia. PB Perkeni, 2006