Prediabetes

Orang dikatakan mengalami prediabetes, jika kadar gula darah telah melampaui batas normal, namun belum mencapai batas diagnosa diabetes. Kondisi prediabetes tidak boleh dianggap enteng, karena sebagian individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes apabila kondisi ini tidak ditangani. WHO menyatakan 8,4 juta penduduk Indonesia menyandang diabetes, namun jumlah prediabetes diperkirakan dua kali lebih banyak.

Kondisi prediabetes dibedakan menjadi 2 tipe: Glukosa Puasa Terganggu (GPT) dan/atau Toleransi Glukosa Terganggu (TGT).
Disebut GPT jika kadar gula darah puasa (8-10 jam tidak mendapat asupan kalori) tidak normal, atau berkisar 100-125 mg/dL. Sedangkan gula darah 2 jam setelah makan normal.
Disebut TGT jika gula darah setelah makan tidak normal, atau berkisar antara 140-199 mg/dL. Sedangkan gula darah puasa normal.

Individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes dalam waktu 10 tahun. Walaupun baru prediabetes, namun resiko komplikasinya tidak kalah jahat dibanding diabetes. Sebagai contoh, individu dengan prediabetes memiliki resiko penyakit jantung 1,5 kali lebih besar dibanding orang normal.

Seorang dengan prediabetes harus segera merubah gaya hidupnya. Merubah gaya hidup menjadi lebih sehat akan mencegah atau menunda munculnya diabetes. Perubahan gaya hidup diantaranya menurunkan berat badan hingga mencapai berat ideal, berolahraga secara teratur, menjauhi stres dan menghindari rokok.

Apa gejala prediabetes?

Gejala prediabetes secara umum mirip dengan diabetes. Walaupun munculnya gejala tidak bisa dijadikan patokan, karena seringkali prediabetes muncul tanpa didahului gejala.
Gejala tersebut antara lain:
- rasa haus berlebih
- Sering buang air kecil
- pandangan kabur
- cepat lelah tanpa sebab yang jelas

Karena seringkali kemunculannya tanpa didahului gejala, setiap dari kita dianjurkan untuk memeriksakan gula darah secara periodik. Terutama jika Anda:
- berusia diatas 45 tahun
- berusia dibawah 45 tahun, namun overweight (kelebihan bobot badan).
- berusia dibawah 45 tahun, namun mempunyai salah satu dari faktor resiko prediabetes.

Periksakan gula darah Anda dari sekarang. Jika hasilnya normal, selanjutnya periksakan paling sedikit sekali dalam 3 tahun. Sedangkan jika hasilnya prediabetes, periksakan setiap 1-2 tahun sekali.